Mencatat Untuk Hidup


Saya jadi teringat salah satu pelajaran dari seorang guru dikala saya masih bersekolah di salah satu pondok pesantren di Banten. Dalam mata pelajarannya, Mahfudzot yang biasanya membahas sastra atau istilahnya pribahasa dalam bahasa arab. Beliau menyampaikan begini :

العِلْمُ صَيْدٌ وَاْلكِتَابَةُ قَيْدُهُ"

yang artinya "Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan adalah ibarat tali pengikatnya"

Mencatat, mungkin terdengar membosankan yah. Tapi lihat, betapa pentingnya mencatat sampai diibaratkan sebagai hewan buruan. Ingatan manusia itu terbatas, sedangkan setiap harinya kita disuguhkan banyak sekali ilmu/ informasi yang berseliweran. Kalau tidak 'diikat' nanti rugi sendiri deh. Repot lagi kalau pas mau kuis gaada catetan, hadeh.


Saya juga terinspirasi dari kakek saya yang suka mencatat tanggal penting, buat autobiografi katanya, riwayat hidup. Beliau menulis di buku gelatik, hampir penuh. Kata beliau lagi, "Del, coba buat tulisan sendiri. Biar inget. Orang hidup pasti punya perjalanan.. ceritanya sendiri".

Catatlah, apa saja. Tanggal dan suasana ketika pertama kali melihat senyumnya misalnya, pas dosen ngasih kuliah dikelas, atau lebih kerennya lagi buat paper ilmiah (walaupun saya sendiri belum pernah melakukannya eheh). 

Saya sendiri sedang berusaha untuk rutin mengisi journal. Seseorang pernah mengenalkan kepada saya, kalau ternyata menulis journal merupakan salah satu terapi pikiran. Diberikanlah saya buku "In The Sphere of Silent". Sebuah buku jurnal yang bergaya eropa lawas. Saya jamin buku itu jarang terjual dipasaran karena dia sendiri mendapatkannya saat umurnya masih belasan. Didalamnya terdapat beberapa bagian, tentang apa saja yang kita syukuri, apa yang ingin kita raih, pelajaran apa yang didapat di hari itu dan menariknya lagi, kita diberikan waktu hanya 5 menit untuk membaca buku apa saja dan diminta dituliskan di bagian "Knowledge"

Walaupun begitu, rasanya sayang untuk menulis dibuku tersebut. Sebenarnya banyak alternatif mudah untuk mencatat. Seperti aplikasi note yang tersedia di smartphone, bahkan sebut saja sosial media seperti facebook dan twitter. Mencatat era modern kita saat ini menggunakan jepretan foto yang diabadikan via Instagram. Catatan tersirat lewat foto. 

Apa yang saya dapat dari menerapkan kebiasaan mencatat ini? Tentu saya jadi ingat hal-hal penting dari suatu kegiatan. Tapi khusunya dalam mencatat jurnal pribadi, saya jadi tahu track hidup saya, proses hari ke hari, waktu ke waktu. Seperti kegagalan apa saja yang sudah saya lakukan bisa menjadi evaluasi untuk hidup saya kedepannya. Meskipun masih saya akui kalau dalam hal mengarsip saya masih payah. Mencatat tidak di buku khusus atau biasanya seketemunya buku tulis saja. 

Bahkan adannya blog ini merupakan tujuan untuk membiasakan mencatat. Mencatat hal penting dan mengembangkannya dengan opini. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.




Pati, Jawa Tengah


Della







Komentar