Sajak | Tersesat

A couple of pure human being, holding each other to find the way back home
Kita berawal dari satu entitas terkecil…
Kesucian kita bahkan membuat kita mampu berbicara kepada Tuhan, membuat perjanjian…
Kita bernafas di udara yang sama..
Makan dari tanah yang sama..
Kita anak-anak yang dititipkan dari Tuhan yang sama…
Dan, ternyata nama kita ditulis dalam buku yang sama… namaku dan namamu… Kelak kita mengenal buku itu dengan sebutan 'takdir'.
Seolah semuanya akan berjalan mudah, takdir memberikan kita sedikit retakan…
Ingatlah, jiwa kita yang suci itu…
Janganlah retakan itu membuat kita jatuh dan hilang…
Karena dunia ini adalah ujian, maka berjuanglah!
Mereka menunggu kita..
Untuk pulang.

Yogyakarta 19

Komentar